Kain katun berasal dari tumbuh-tumbuhan, yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi serat kain dan ditenun menjadi lembaran kain.

 

Karena asalnya dari tumbuhan, kain katun mempunyai daya serap keringat yang bagus sehingga cocok sekali di daerah yang panas termasuk di indonesia namun kelemahan bahan katun ini adalah mudah kusut dan mudah kotor, namun biasanya produsen kain untuk menghindari hal tersebut dengan memberikan finishing kain secara spesial.

Berikut ini jenis kain katun yang biasa dipakai untuk membuat sprei & bedcover :

KATUN IMPORT JEPANG

Sekilas memang hampir sama seperti kain katun pada umumnya, tetapi jika diperhatikan ada beberapa ciri khusus, yaitu :

  • Dibagian sisi ujung bahan terdapat tulisan “japan design” dan atau terdapat kode warna pada kain tersebut.
  • Daya serap keringat bagus.
  • Harga lebih mahal dari kain katun biasa.
  • Permukaan kain lebih halus.
  • Tidak Berbulu
  • Warna lebih awet dan tahan lama walaupun sering dicuci.
  • Untuk warna merah & hitam pertama kali di cuci akan luntur (yang luntur lilinnya) dan tidak merusak kain yang lain.
  • Katun ini sangat nyaman dipakai karena terbuat dari 100% cotton.

KATUN IMPORT TAIWAN/TWILL :

Hampir sama dengan Katun Jepang tapi tekstur kain Katun Taiwan/Twill lebih tipis jika dibandingkan dengan Katun Jepang. Kandungan seratnya terdiri dari 100% cotton tapi kelembutan kain jenis Katun Taiwan/Twill masih dibawah Katun Jepang.

KATUN IMPORT CINA (CANON)

Sama dengan Katun Taiwan, kandungan seratnya terdiri dari 100% cotton.

KATUN BIASA/LOKAL

 - Motifnya bermacam-macam : polos, garis, kotak, bunga atau abstrak.

 - Harga relatih lebih murah.

 - Tidak ada ciri khusus seperti kode warna.

 - Daya serap keringat sedang s/d bagus, tergantung presentasi bahan katunnya.

 - Warnanya awet meskipun masih dibawah Katun Jepang.

 Berikut yang termasuk bahan Katun Lokal:

  • RENETTE Kandungan seratnya 100% katun, bahannya dingin, lembut dan halus, tidak berbulu, kainnya agak tebal dan mengkilat daripada katun lokal lainnya.
  • CVC (Cotton Viscose) Campuran cotton dan viscose /polyster untuk menghasilkan kain katun yang bisa mengkerut lebih kecil dibandingkan katun murni.
  • POLY TC (Teteron Cotton) Kain ini campuran dari cotton combed sebanyak 35 % dan teteron yang populer juga disebut polyester sebanyak 65%. Pencampuran ini dimaksudkan agar kain tetap kuat dan nyaman serta mudah menyerap keringat.
  • PANCA Bahan katun buatan lokal yang komposisinya terdiri dari Kandungan seratnya terdiri dari 50% katun dan 50% polyester. Motifnya biasanya sangat banyak, khususnya untuk motif anak dan klasik.Kalau motif warnanya penuh, kainnya akan kaku. Hal itu dilakukan karena pewarnaan yang tebal supaya tidak cepat pudar. Bahannya dingin dan nyaman dipakai.
  • CATRA Sama dengan Panca, katun jenis Catra juga termasuk katun buatan lokal, namun memiliki kualitas yang lebih bagus dari katun Panca. Kandungan seratnya terdiri dari 80% katun dan 20% polyester. Koleksi kain Catra biasanya lebih banyak motif dewasa, yaitu warna yang terlihat modern atau motif minimalis. Meskipun begitu ada juga beberapa motif katun Catra yang sudah dikeluarkan pula “versi Panca”-nya. Kalau Catra walau warnanya penuh, kain tidak akan kaku. Bahannya dingin dan nyaman dipakai.